Rabu, 12 Agustus 2009

ASKEP ISOS

BAB I

LAPORAN PENDAHULUAN
MENARIK DIRI


I. KASUS ( MASALAH UTAMA )
Isolasi Sosial : Menarik Diri


II. PROSES TERJADINYA MASALAH
Menurut Townsend ( 1998 ), Isolasi Sosial merupakan kondisi sendirian yang dialami oleh individu dan diterima sebagai suatu ketentuan oleh orang lain dan sebagai suatu keadaan yang negatif atau mengancam : kelainan interaksi sosial adalah suatu keadaan dimana seorang individu berpartipasi alam suatu kuantitas yang cukup atau berlebihan atau kualitas interaksi sosial yang tidak efektif.
Menarik diri disebabkan karena adanya gangguan konsep diri yaitu berupa HDR. Akibat yang mungkin timbuldari perilaku menarik diri adalah terjadinya perubahan persepsi sensori : Halusinasi.
Manifestasi klinik pada klien Menarik Diri berupa : apatis, ekspresi wajah sedih, afek tumpul, menghindar dari orang lain, komunikasi vebal kurang, tidak ada kontak mata, klien banyak menunduk, klien kurang mobilitas, menolak berhubungan degan orang lain, tidak merawat diri, tidur daneganposisi lurus.
( Budi Ana Kelliat 1998 )

III. A. POHON MASALAH

Perubahan persepsi sensori :
Halusinasi dengar


Isolasi sosial :
Menarik Diri



Gangguan konsep diri :
Harga diri Rendah






B. MASALAH KEPERAWATAN DAN DATA YANG PERLU DIKAJI
1. Perubahan Persepsi Sensori : Hallusinasi.
DS : Klien sering mendengar suara – suara yang menghinanya
DO : klien bicara sendiri, ketakutan, gelisah, intoleransi.
2. Gangguan Konsep Diri : HDR.
DS : Klien mengatakan tidak dapat melakukan sesuatu apapun yang beguna.
DO : Klien tidak mau beraktifitas, mudah tersinggung dan produktifitas menurun.

IV. DIAGNOSA KEPERAWATAN
1. Resiko PSP : Hallusinasi b.d Menarik Diri
2. Isolasi Sosial : MD b.d HDR

V. RENCANA TINDAKAN
1. Klien dapat membina hubungan saling percaya.
2. Klien dapat menyebabkan penyebab menarik diri.
3. Klien dapat menyebutka keuntungan berhubungan dengan orang lain dan kerugian tidak berhubungan dengan orang lain.
4. Klien dapat melakukan hubungan sosial secara bertahap.
5. Klien dapat mengungkapkan perasaannya setelah berhubungan dengan orang lain



















BAB II

FORMAT PENGKAJIAN ASUHAN KEPERAWATAN JIWA DENGAN MASALAH KEPERAWATAN ISOLASI SOSIAL : MENARIK DIRI PADA Sdr. S DI RUANG MPKP P 1
RSJP Prof. Dr SOEROJO
MAGELANG


Ruang rawat : P1 Tanggal rawat : 6 April 2005
I. IDENTITAS KLIEN
a. Nama ( initial ) : Sdr. S ( L )
b. Umur : 20 tahun
c. Tanggal Pengkajian : 7 April 2005
d. Nomor RM : 03361
e. Jenis Kelamin : Laki - laki
f. Agama : Islam
g. Pekerjaan : -
h. Alamat : Banyumas
i. Status : Belum menikah
j. Pendidikan : SD

PENANGGUNG JAWAB
a. Nama : Tn. S
b. Umur : 25 tahun
c. Pekerjaan : -
d. Alamat : Banyumas
e. Hubungan dengan Klien : Kakak

II. ALASAN MASUK
Klien dibawa ke RSJP Prof. Dr Soerojo Magelang pada Rabu 6 April 2005, pukul 23.00 WIB. Menurut keluarga , klien sudah seminggu tidak mau makan, banyak diam, sulit tidur, mudah, marah, suka menyendiri, perawatan diri kurang.

III. FAKTOR PREDISPOSISI
Klien pernah mengalami gangguan jiwa. Pada masa pranatal, bayi, anak – anak, klien tidak mengalami gangguan jiwa. Pada umur 17 tahun klien mengalami gangguan kejiwaan dan pernah dirawat di RSJ Magelang dan pulang dengan kriteria sembuh. Klien pergi ke Jakarta selama kurang lebih 4 bulan bekerja disana terus pulang. Di rumah tidak mau minum obat selama 10 hari dan penyakit kejiwaannya kambuh lagi. Dari anggota keluarga tidk ada yang mengalami gangguan jiwa.

IV. PEMERIKSAAN FISIK
TD : 120 / 90 mmHg
TB : 165 cm
BB : 45 kg
Tidak ada keluhan fisik

V. PSIKOSOSIAL
a. Genogram









Ketr :









b. Konsep Diri
1. Gambaran diri : Klien merasa tidak mempunyai kekurangan dengan bentuk tubuhnya

2. Identitas diri : Klien mearasa sebagai laki- laki yang sudah dewasa
3. Peran : Klien mengatakan seharusnya bisa membantu perekonomian keluarga karena dirinya dirinya sudah dewasa dan perekonomian keluarga lemah.
4. Ideal diri :Dia ingin seperti teman – temannya bersekolah sampai SMA.
5. Harga diri :klien mengatakan tidak bisa apa_ apa, klien mengatakan malu karen belum menikah

c. Hubungan Sosial
Hubungan dengan keluarga dan lingkungan malu. Saat dikaji klen sering menyendiri dan jarang bersosialisasi.
d. Spiritual
Klien beragama islam. Sat dikaji klien melaksanakan ibdah dengan ketergantungan dan bimbingan total.

VI. STATUS MENTAL
a. Penampilan
Rambut tidak rapi , badan kelihatan kotor.
b. Pembicaraan
Lambat , inkohern, kadang terdiam.
c. Aktifitas motorik
Saat dikaji klien tampak lesu dan gelisah.
d. Alam Perasaan
Saat dikaji klien mengatakan tidak bisa apa – apa, ekspresi wajah sedih.
e. Afek
Saat dikaji afek klien tumpul. Klien tidak bereaksi jika tak ada rangsangan.
f. Interaksi selama wawancara
Dalam berinteraksi pasien tidak kooperatif, kontak mata kurang, klien terkadang hanya menggeleng - gelengkan kepala
g. Persepsi
Halusinasi pendengaran.
h. Proses Fikir
Dalam proses interaksi klien sering mengalami blocking.
i. Isi Pikir
Saat dikaji klien tidak ada waham.
j. Tingkat Kesadaran
Klien tampak bingung, disorientasi waktu dan tempat, orang. Klien belum mampu menyebutkan sekarang dia sedang dimana, kapan dan siapa nama orang tua dan saudara – saudaranya.
k. Memori
- Gangguan daya ingat jangka panjang :klien lupa tanggal lahir dan dari mana asalnya.
- Gangguan daya ingat jangka pendek :klien lupa akan hari apa, tanggal berapa.
- Gangguan daya ingat saat ini ; lupa nama perawat yang baru bersalaman dengannya.
l. Tingkat Konsentrasi dan Berhitung
Klien tidak mampu berkonsentras. Saat di ajak berkomunikasi klien sering menunduk, tidaj ada kontak mata.
m. Kemampuan Penilaian
Klien sudah bisa memberika penilaian. Saat istirahat klien minta rokok dengan erawat dan dengan bimbingan dari perawat mengucapkan terima kasih.
n. Daya Tilik Diri
Pasien mengetahui kalau dirinya menderita gngguan jiwa dengan bimbingan dari perawat. Sat ditanya “Mengapa kamu dibawa kesini ?”, pasien mengatakan karena malas bergaul.
VII. KEBUTUHAN PERSIAPAN PULANG
a. Makan
Klien biasa makan 3 kali sehari, masih dalam tahap ketergantungan dan bimbingan sarta bantuan total.
b. BAB/ BAK
Klie biasa BABA/ BAK dengan bantuan minimal.
c. Mandiklien biasa mandi sendiri dengan bimbingan dan bantuan minimal
d. Berpakaian
Klien mampu berpakaian sendir dengan bantuan dan bimbnganminimal.
e. Istirahat dan tidur
Klien biasa tidur siang setengah sampai satu jam, tidur malam tujuh sampai delapan jam. Sebelum tidur biasanya klien duduk menyendiri, jalan – jalan ( mondar – mandir ), setelah tidur klien kadang duduk – duduk atau menyendiri.
f. Penggunaan Obat
Klien masih ketergantungan, bantuan total
g. Pemeliharaan kesehatan
Klien masih perlu bimbingan dalam perawatan lanjutan dan sistem pendukung yang ada.
h. Kegiatan di dalam Rumah
Klien belum bisa melakukan kegiatan, klien dibimbing dan dengan bantuan total apabila melakukan kegiatan.
i. Kegiatan di luar rumah
Klien belum mampu melakukan kegiatan diluar rumah, klien masih memerlukan bimbingan dan bantuan total.

VIII. MEKANISME KOPING
Klien menutup diri, tidak mau bergaul dengan orang lain.

IX. DAFTAR MASALAH KEPERAWATAN
Masalah berhubungan dengan orang lain.
X. POHON MASALAH
XI. DAFTAR DIAGNOSA KEPERAWATAN
XII. PERENCAAN
Terdapat di SOP
XIII. CATATAN PERKEMBANGAN




















BAB I

LAPORAN PENDAHULUAN
MENARIK DIRI


I. KASUS ( MASALAH UTAMA )
Isolasi Sosial : Menarik Diri


II. PROSES TERJADINYA MASALAH
Menurut Townsend ( 1998 ), Isolasi Sosial merupakan kondisi sendirian yang dialami oleh individu dan diterima sebagai suatu ketentuan oleh orang lain dan sebagai suatu keadaan yang negatif atau mengancam : kelainan interaksi sosial adalah suatu keadaan dimana seorang individu berpartipasi alam suatu kuantitas yang cukup atau berlebihan atau kualitas interaksi sosial yang tidak efektif.
Menarik diri disebabkan karena adanya gangguan konsep diri yaitu berupa HDR. Akibat yang mungkin timbuldari perilaku menarik diri adalah terjadinya perubahan persepsi sensori : Halusinasi.
Manifestasi klinik pada klien Menarik Diri berupa : apatis, ekspresi wajah sedih, afek tumpul, menghindar dari orang lain, komunikasi vebal kurang, tidak ada kontak mata, klien banyak menunduk, klien kurang mobilitas, menolak berhubungan degan orang lain, tidak merawat diri, tidur daneganposisi lurus.
( Budi Ana Kelliat 1998 )

III. A. POHON MASALAH

Perubahan persepsi sensori :
Halusinasi dengar


Isolasi sosial :
Menarik Diri



Gangguan konsep diri :
Harga diri Rendah






B. MASALAH KEPERAWATAN DAN DATA YANG PERLU DIKAJI
1. Perubahan Persepsi Sensori : Hallusinasi.
DS : Klien sering mendengar suara – suara yang menghinanya
DO : klien bicara sendiri, ketakutan, gelisah, intoleransi.
2. Gangguan Konsep Diri : HDR.
DS : Klien mengatakan tidak dapat melakukan sesuatu apapun yang beguna.
DO : Klien tidak mau beraktifitas, mudah tersinggung dan produktifitas menurun.

IV. DIAGNOSA KEPERAWATAN
1. Resiko PSP : Hallusinasi b.d Menarik Diri
2. Isolasi Sosial : MD b.d HDR

V. RENCANA TINDAKAN
1. Klien dapat membina hubungan saling percaya.
2. Klien dapat menyebabkan penyebab menarik diri.
3. Klien dapat menyebutka keuntungan berhubungan dengan orang lain dan kerugian tidak berhubungan dengan orang lain.
4. Klien dapat melakukan hubungan sosial secara bertahap.
5. Klien dapat mengungkapkan perasaannya setelah berhubungan dengan orang lain





















FORMAT PENGKAJIAN ASUHAN KEPERAWATAN JIWA DENGAN MASALAH KEPERAWATAN ISOLASI SOSIAL : MENARIK DIRI PADA Sdr. S DI RUANG MPKP P 1
RSJP Prof. Dr SOEROJO
MAGELANG


Ruang rawat : P1 Tanggal rawat : 6 April 2005
I. IDENTITAS KLIEN
a. Nama ( initial ) : Sdr. S ( L )
b. Umur : 20 tahun
c. Tanggal Pengkajian : 7 April 2005
d. Nomor RM : 03361
e. Jenis Kelamin : Laki - laki
f. Agama : Islam
g. Pekerjaan : -
h. Alamat : Banyumas
i. Status : Belum menikah
j. Pendidikan : SD

PENANGGUNG JAWAB
a. Nama : Tn. S
b. Umur : 25 tahun
c. Pekerjaan : -
d. Alamat : Banyumas
e. Hubungan dengan Klien : Kakak

II. ALASAN MASUK
Klien dibawa ke RSJP Prof. Dr Soerojo Magelang pada Rabu 6 April 2005, pukul 23.00 WIB. Menurut keluarga , klien sudah seminggu tidak mau makan, banyak diam, sulit tidur, mudah, marah, suka menyendiri, perawatan diri kurang.

III. FAKTOR PREDISPOSISI
Klien pernah mengalami gangguan jiwa. Pada masa pranatal, bayi, anak – anak, klien tidak mengalami gangguan jiwa. Pada umur 17 tahun klien mengalami gangguan kejiwaan dan pernah dirawat di RSJ Magelang dan pulang dengan kriteria sembuh. Klien pergi ke Jakarta selama kurang lebih 4 bulan bekerja disana terus pulang. Di rumah tidak mau minum obat selama 10 hari dan penyakit kejiwaannya kambuh lagi. Dari anggota keluarga tidk ada yang mengalami gangguan jiwa.

IV. PEMERIKSAAN FISIK
TD : 120 / 90 mmHg
TB : 165 cm
BB : 45 kg
Tidak ada keluhan fisik

V. PSIKOSOSIAL
a. Genogram

Ketr :

b. Konsep Diri
1. Gambaran diri : Klien merasa tidak mempunyai kekurangan dengan bentuk tubuhnya

2. Identitas diri : Klien mearasa sebagai laki- laki yang sudah dewasa
3. Peran : Klien mengatakan seharusnya bisa membantu perekonomian keluarga karena dirinya dirinya sudah dewasa dan perekonomian keluarga lemah.
4. Ideal diri :Dia ingin seperti teman – temannya bersekolah sampai SMA.
5. Harga diri :klien mengatakan tidak bisa apa_ apa, klien mengatakan malu karen belum menikah

c. Hubungan Sosial
Hubungan dengan keluarga dan lingkungan malu. Saat dikaji klen sering menyendiri dan jarang bersosialisasi.
d. Spiritual
Klien beragama islam. Sat dikaji klien melaksanakan ibdah dengan ketergantungan dan bimbingan total.

VI. STATUS MENTAL
a. Penampilan
Rambut tidak rapi , badan kelihatan kotor.
b. Pembicaraan
Lambat , inkohern, kadang terdiam.
c. Aktifitas motorik
Saat dikaji klien tampak lesu dan gelisah.
d. Alam Perasaan
Saat dikaji klien mengatakan tidak bisa apa – apa, ekspresi wajah sedih.
e. Afek
Saat dikaji afek klien tumpul. Klien tidak bereaksi jika tak ada rangsangan.
f. Interaksi selama wawancara
Dalam berinteraksi pasien tidak kooperatif, kontak mata kurang, klien terkadang hanya menggeleng - gelengkan kepala
g. Persepsi
Halusinasi pendengaran.
h. Proses Fikir
Dalam proses interaksi klien sering mengalami blocking.
i. Isi Pikir
Saat dikaji klien tidak ada waham.
j. Tingkat Kesadaran
Klien tampak bingung, disorientasi waktu dan tempat, orang. Klien belum mampu menyebutkan sekarang dia sedang dimana, kapan dan siapa nama orang tua dan saudara – saudaranya.
k. Memori
- Gangguan daya ingat jangka panjang :klien lupa tanggal lahir dan dari mana asalnya.
- Gangguan daya ingat jangka pendek :klien lupa akan hari apa, tanggal berapa.
- Gangguan daya ingat saat ini ; lupa nama perawat yang baru bersalaman dengannya.
l. Tingkat Konsentrasi dan Berhitung
Klien tidak mampu berkonsentras. Saat di ajak berkomunikasi klien sering menunduk, tidaj ada kontak mata.
m. Kemampuan Penilaian
Klien sudah bisa memberika penilaian. Saat istirahat klien minta rokok dengan erawat dan dengan bimbingan dari perawat mengucapkan terima kasih.
n. Daya Tilik Diri
Pasien mengetahui kalau dirinya menderita gngguan jiwa dengan bimbingan dari perawat. Sat ditanya “Mengapa kamu dibawa kesini ?”, pasien mengatakan karena malas bergaul.
VII. KEBUTUHAN PERSIAPAN PULANG
a. Makan
Klien biasa makan 3 kali sehari, masih dalam tahap ketergantungan dan bimbingan sarta bantuan total.
b. BAB/ BAK
Klie biasa BABA/ BAK dengan bantuan minimal.
c. Mandiklien biasa mandi sendiri dengan bimbingan dan bantuan minimal
d. Berpakaian
Klien mampu berpakaian sendir dengan bantuan dan bimbnganminimal.
e. Istirahat dan tidur
Klien biasa tidur siang setengah sampai satu jam, tidur malam tujuh sampai delapan jam. Sebelum tidur biasanya klien duduk menyendiri, jalan – jalan ( mondar – mandir ), setelah tidur klien kadang duduk – duduk atau menyendiri.
f. Penggunaan Obat
Klien masih ketergantungan, bantuan total
g. Pemeliharaan kesehatan
Klien masih perlu bimbingan dalam perawatan lanjutan dan sistem pendukung yang ada.
h. Kegiatan di dalam Rumah
Klien belum bisa melakukan kegiatan, klien dibimbing dan dengan bantuan total apabila melakukan kegiatan.
i. Kegiatan di luar rumah
Klien belum mampu melakukan kegiatan diluar rumah, klien masih memerlukan bimbingan dan bantuan total.

VIII. MEKANISME KOPING
Klien menutup diri, tidak mau bergaul dengan orang lain.

IX. DAFTAR MASALAH KEPERAWATAN
Masalah berhubungan dengan orang lain.
X. POHON MASALAH
XI. DAFTAR DIAGNOSA KEPERAWATAN
XII. PERENCAAN
Terdapat di SOP
XIII. CATATAN PERKEMBANGAN

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar