Jumat, 14 Agustus 2009

BAHAN-BAHAN BERBAHAYA PADA MAKANAN

BAHAN-BAHAN BERBAHAYA PADA MAKANAN

A@ SOIM H

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN MUHAMMADIYAH GOMBONG
PRODI DIII KEPERAWATAN
2007
A.PENDAHULUAN

1. Pengertian Makanan :
Makanan diperlukan untuk kehidupan,karena dari makanan didapat energi ( tenaga ) yang diperlujan untuk berbagai faal tubuh.Makanan yang kita santap setiap harinya, haruslah mengandung zat-zat makanan yang diperlukan tubuh, daiantaranya karbohidrat, lemak, protein, mineral, dan vitamin. Akan tetapi, hidangan yang baik tidaklah cukup hanya mengandung zat-zat tersebut, tetapi juga harus menarik perhatian dan enak rasanya. Oleh karena itu, pada pengolahan makanan digunakan berbagai jenis bahan tambahan yang disebut ?bumbu?. Penggunaan bumbu bergantung pada sifatnya, misalnya sebagai pewarna ( kunyit, dan daun suji ), pemberi rasa ( jeruk, dan cabe ), pemanis ( gula ), atau pemberi aroma ( pandan, lada, vanili ).
Dewasa ini banyak makanan yang diolah dengan menggunakan bumbu sintetik disamping bumbu alami. Bumbu sintetik ini tergolong bahan yang disebut aditif makanan. Meskipun begitu, aditif makanan tak hanya berfungsi sebagai bumbu saja, misalnya saja bahan pengawet. Jadi, aditif makanan meliputi semua bahan, selain bahan pangan itu sendiri, yang sengaja ditambahkan ke dalam makanan itu baik pada waktu pengolahan, pengepakan, penyimpanan, atau pengangkutan makanan untuk menimbulkan aspek tertentu pada makanan tersebut.

2. Fungsi makanan
Setiap makhluk hidup akan membutuhkan makanan untuk dapat tetap bertahan hidup. Pada umumnya sebagian besar makhluk hidup akan merasa lapar dan lemas apabila kekurangan makanan
Sebagian besar makhluk hidup akan mati apabila tidak makan untuk jangka waktu yang lama berturut-turut. Namun ada juga makhluk hidup yang mampu bertahan dalam kondisi yang ekstrim tanpa makanan untuk jangka waktu yang lama dengan melakukan tehnik tertentu. Berikut ini merupakan fungsi umum dari makanan yang kita makan setiap hari.
- Untuk memberikan tenaga atau energi pada tubuh makhluk hidup sehingga dapat melakukan aktivitasnya sehari-hari.
- Sumber pengatur dan pelindung tubuh terhadap penyakit
- Sumber pembangun tubuh baik untuk pertumbuhan maupun perbaikan tubuh.
- Sebagai sumber bahan pengganti sel-sel tua yang usang dimakan usia.


B. BAHAN- BAHAN BERBAHAYA PADA MAKANAN

Zat aditif sering disebut juga sebagai bahan tambahan pada makanan. Menurut lembaga kesehatan negara, zat aditif itu memiliki pengertian sebagai;

1. Bahan yang biasanya tidak digunakan sebagai makanan dan bukan merupakan komposisi khas makanan.
2. Bahan yang dimasukkan untuk dapat menghasilkan serta mempengaruhi sifat-sifat khas, atau awal suatu makanan.


Jenis-jenis zat aditif

Berdasarkan fungsinya, zat aditif dapat digolongkan menjadi;

1. PENGAWET MAKANAN
Pengawet adalah bahan yang dapat mencegah atau menghambat fermentasi fermentasi, pengasaman, atau penguraian lain terhadap makanan yang disebabkan oleh mikro organisme
Beberapa zat pengawet yang sering ditambahkan pada produk makanan antara lain.
1.Kalsium benzoate
Bahan pengawet ini dapat menghambat pertumbuhan bakteri penghasil toksin (racun), spora dan bakteri bukan pembusuk. Senyawa ini dapat memengaruhi rasa. Bahan makanan atau minuman yang diberi kalsium benzoat dapat memberikan kesan aroma fenol, yaitu seperti aroma obat cair. Asam benzoat digunakan untuk mengawetkan minuman ringan, minuman anggur, sari buah, sirup, dan ikan asin. Bahan ini bisa memicu terjadinya serangan asma pada penderita asma, serta mereka yang peka terhadap aspirin.
2. Sulfur dioksida
Bahan pengawet ini banyak ditambahkan pada sari buah, buah kering, kacang kering, sirup dan acar. Meski bermanfaat, penambahan bahan pengawet tersebut berisiko menyebabkan perlukaan pada lambung, mempercepat serangan asma, memicu alergi, serta menyebabkan kanker.
3. Kalium asetat
Bahan pengawet ini biasanya ditambahkan pada makanan yang asam. Kalium asetat tidak aman karena bisa menyebabkan rusaknya ginjal.
4. Asam sorbat
Beberapa produk beraroma jeruk, berbahan keju, salad, dan produk minuman kerap ditambahi asam sorbat. Meski aman dalam konsentrasi tinggi, bahan pengawet ini bisa membuat perlukaan di kulit.
5. Asam Borat
Bentuk dan ciri: serbuk kristal, tidak berbau, larut dalam air, alkohol, dan gliserol.
Digunakan untuk pengembang dan pengawet makanan , antiseptik dan dan disinfektan, sebagai buffer dan antimikroba pada obat tetes mata, bahan baku kaca, pengawet industri kayu.
Nama dagang: Asidum borikum, boracic acid.
Sifat fisiknya yang khas dapat menimbulkan efek kenyal sehingga sering disalahgunakan untuk bahan campuran pada makanan seperti kerupuk, bakso, dan mi.
Target organ: sistem saraf pusat, hepar, otak, saluran cerna, dan ginjal
6. Formalin
Berberntuk larutan, mudah terbakar, tidak berwarna.Dalam bentuk padat di pasaran dalam bentuk tablet trioxan (cH2o) 3.
Biasa digunakan sebagai disinfektan, cairan pembalsam, fiksasi jaringan tubuh, germisidum dan fungisidum pertanian, pembasmi lalat dan serangga lain, pembuatan dasar fenol, zat warna kosmetik, pabrik tekstil, dan produk farmasi.
Rute pemaparan: terhirup, kontak dengan kulit, kontak dengan mata, dan tertelan.
Formalin mungkin bersifat karsinogenik (dapat menyebabkan kanker). Formalin sering disalahgunakan sebagai pengawet pada makanan, dan telah dilarang digunakan sebagai bahan tambahan makanan.
7.Rodamin B
Pewarna ini berbentuk kristal berwarna hijau atau bubuk padat ungu kemerahan yang larut dalam air dan alkohol, membentuk suatu warna merah kebiru-biruan. Nama Dagang: Nitrofuran
Digunakan sebagai pewarna tambahan dalam obat-obatan, makanan, kosmetika, pewarna kain, pembersih mulut, sabun, dll.
Rute Pemaparan: terhirup, kontak dengan kulit, kontak dengan mata, dan tertelan.
Rhodamine B sering disalahgunakan sebagai pewarna untuk makanan. Pada penelitian dengan hewan percobaan, dapat merusak hati dan organ lain, serta menimbulkan tumor hati dan tumor usus.
Bisa menyebabkan iritasi pada kulit dan mata. Jika tertelan dapat merusak ginjal.
2. PEWARNA MAKANAN
Pewarna adalah bahan yang dapat memperbaiki, atau memberi warna pada makanan. Zat pewarna dibedakan menjadi dua, yaitu pewarna alami dan sintetik. Karena jumlah bahan pewarna alami yang relatif sedikit, orang lebih menyukai menggunakan pewarna sintetik, selain penggunaannya yang praktis, warnanya stabil, dan lebih beragam tentunya.
Contoh pewarna alami:
- Anato ( oranye ), antara lain digunakan untuk es krim, keju dan lain lain.
- Karamel ( coklat hitam ), biasanya digunakan untuk jem, jeli, dan jamur kalengan.
- Beta-karoten ( kuning ), antara lain digunakan untuk keju, dan kapri kalengan.

Contoh pewarna sintetik:
- Biru Berlian ( biru ), digunakan untuk es krim, kapri kalengan, jem, dan jeli.
- Coklat HT ( coklat ), digunakan misalnya untuk minuman ringan dan makanan cair
- Eritrosin ( merah ), digunakan misalnya untuk es krim, buah pir kalengan, jem, jeli, saus apel, dan udang kalengan.
- Hijau FCF ( hijau ), digunakan untuk misalnya untuk es krim, buah pir kalengan, dan acar ketimun dalam botol.
3. PERASA MAKANAN
Penyedap rasa dan aroma serta penguat rasa adalah bahan yang dapat memberikan, menambahkan atau mempertegas rasa dan aroma suatu makanan.

a. Penyedap rasa dan aroma
Penyedap rasa dan aroma yang biasa digunakan berasal dari golongan ester. Beberapa contoh bahan yang dapat di tambahkan pada makanan untuk meniru rasa buah-buahan antara lain seperti;
-Isoamil asetat - rasa pisang
-Isoamil valerat - rasa apel
-Butil butirat - rasa nanas
-Isobutil propionat - rasa buah rum

b. Penguat rasa ( flavour enhancer )
Bahan penguat rasa yang dapat kita gunakan adalah MSG ( monosodium glutamate ) yang kita kenal dengan nama umum vetsin atau ajinomoto. Rumus kimianya;
NaOOCCH2CH2 CH(NH2) + COOH
MSG biasanya dibuat dari fermentasi tetes tebu ( karbohidrat ) dengan bantuan bakteri micrococus glutamicus
c) Pemanis Buatan
Pemanis buatan adalah bahan yang dapat menyebabkan rasa manis pada makanan. Bahan ini hampir atau tidak sama sekali memiliki nilai gizi. Contoh bahan pemanis buatan yang boleh digunakan adalah sakarin, siklamat ( natirum atau kalsium siklamat ) dan sorbitol. Bahan pemanis ini tidak memiliki nilai kalori.
C. KEUNTUNGAN DARI PENGGUNAAN ZAT ADITIF
Mengetahui bila zat-zat aditif bukanlah bahan-bahan yang secara alami sudah disediakan oleh alam, penggunaannya tentu saja ada keuntungan dan kerugiannya. Keuntungan penggunaan zat-zat aditif di atas adalah antara lain;
# Zat aditif dapat mencegah reaksi yang dapat mem- bahayakan kesehatan dari suatu bahan makanan jika makanan tersebut sudah disimpan terlalu lama.
# Membuat penampakan luar dari suatu makanan menjadi lebih menarik dan enak rasanya ( untuk penggunaan zat-zat aditif kecuali pengawet )
# Penggunaan zat aditif dapat menhasilkan makanan yang dapat atau tahan untuk disimpan dalam jangka waktu yang relatif lama, tetapi tidak selama 50 tahun. ??
# Karena penampakan luar yang cukup menarik, serta aroma yang selalu menggoda hidung, hal tersebut juga dapat dikategorikan sebagai peningkatan nafsu makan seseorang.

D.KERUGIAN DARI PENGGUNAAN ZAT ADITIF
Ada keuntungan, selalu ada kerugian. Kerugian dari peng- gunaan zat aditif bab ini adalah kerugian dari penggunaan zat-zat aditif yang non-alami. Dan hal tersebut cukup menjelaskan bahwa zat aditif alami tidak berbahaya bagi tubuh bila dikonsumsi. Kerugian-kerugian penggunaan zat aditif non-alami antara lain adalah;

1.Untuk penggunaan Pewarna
Pewarna sintesis diperbolehkan untuk digunakan untuk bahan tambahan dalam makanan jika penggunaan tidak melebihi batas standar dari Departeman Kesehatan ( DEPKES.red ) dan tentu saja agar tidak menimbulkan resiko bagi si pengguna. Zat pewarna sintesis yang tidak boleh digunakan adalah auramin, dan ridamin yang banyak digunakan pada saus, terasi, dan pada sirup. Karena zat tersebut adalah pewarna sintesis untuk tekstil, bukannya untuk makanan.

2.Untuk penggunaan Penyedap rasa dan aroma
Dalam batas yang wajar, penggunaan vetsin sebagai penyedap rasa tidak akan menimbulkan efek serius. Tetapi jika dikonsumsi dalam jumlah besar, dapat menimbulkan banyak efek-efek sampingan yang berbahaya.

3.Untuk penggunaan Pemanis Buatan
Pemanis buatan dapat menimbulkan akibat yang buruk bagi kesehatan manusia bila dikonsumsi melebihi batas yang telah di anjurkan oleh Depkes. Kebanyakan gejala penggunaan pemanis buatan yang sering terjadi adalah infeksi kandung kemih.

4.Untuk penggunaan Bahan Pengawet
Pengawet yang tidak dianjurkan oleh Depkes adalah asam salisilat, boraks, dan formalin. Boraks dan formalin bukanlah bahan pengawet makanan. Boraks adalah bahan untuk mengkilapkan keramik. Kebanyakan Boraks dan formalin isalahgunakan untuk pembuatan bakso, mie dan tahu. Akibat dari terlalu banyak menkonsumsi zat ini adalah menurunnya kekbalan atau daya tahan tubuh terhadap penyakit.
E.KIAT AMAN PILIH MAKANAN
1. Amati apakah warna makanan mencolok atau jauh berbeda dari warna aslinya. Warna snack, kerupuk, mi, es krim yang berwarna terlalu mencolok kemungkinan telah ditambahi zat pewarna yang tidak aman.
2. Jangan lupa, cicipi. Biasanya, lidah akan cukup jeli membedakan, mana makanan yang aman dan mana yang tidak. Makanan yang tidak aman umumnya berasa tajam. Misalnya sangat gurih.
3. Perhatikan pula kualitas makanan, apakah masih segar atau malah sudah berjamur yang bisa menyebabkan keracunan. Makanan yang sudah berjamur menandakan proses pengawetan tidak berjalan sempurna, atau makanan tersebut sudah kadaluarsa.
4. Baui juga aromanya. Bau apak atau tengik merupakan pertanda makanan tersebut sudah rusak atau terkontaminasi oleh mikroorganisme.
5. Amati komposisinya. Bacalah dengan teliti, adakah kandungan bahan-bahan makanan tambahan yang berbahaya yang bisa merusak kesehatan

Daftar Pustaka
 www.bpom.com
 www.andre_golden.blogspot.com
 Pengantar Ilmu Kesehatan Lingkungan,PT.Mutiara Sumber Widya,Jakarta 1979

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar