Rabu, 08 Juli 2009

MUSKULOSKELETAL

MUSKULOSKELETAL

Susunan kerangka terdiri dari susunan tulang-tulang yang banyaknya kira-kira 206 tulang. Yang terdiri dari:
1. Tulang kepala yang bebentuk tengkorak: 8 buah
2. Tulang muka/wajah: 14 buah
3. Tulang telinga dalam: 6 buah
4. Tulang lidah: 1 buah
5. Tulang-tulang kerangka dada: 25 buah
6. Tulang-tulang belakan dan gelang panggul: 26 buah
7. Tulang lengan (anggota gerak atas); 64 buah
8. Tulang kaki (anggota gerak bawah): 62 buah
GUNA KERANGKA
1. Menahan seluruh bagian-bagian badan supaya jangan rubuh
2. Melindungi alat tubuh yang halus seperti otak, jantung dan paru-paru
3. Tempat melekatnya otot-otot dan untuk pergerakan tubuh dengan perantaraan otot
4. Tempat pembuatan sel-sel darah terutama sel darah merah
5. Memberikan bentuk pada bangunan tubuh
BAGIAN-BAGIAN YANG SERING TERDAPAT PADA TULANG
1. Foramen
2. Fosa
3. Prosesus
4. Kondilus
5. Tuberkulum
6. Tuberositas
7. Trokanter
8. Krista Pinggir atau tepi tulang
9. Spina
10. Kaput



TULANG-TULANG KEPALA/TENGKORAK
1. Tengkorak otak
Terdiri dari tulang-tulang yang dihubungkan satu sama lain oleh tulang bergerigi yang disebut sutura banyaknya 8 buah dan terdiri dari 3 bagian yaitu:
a. Gubah tengkorak:
 Os frontal: tulang dahi
 Os padetal: tulang ubun-ubun
 Os oksipital: tulang kepala belakang
b. Dasar tengkorak
 Os sfeoidal (tulang baji): di tengah-tengah dasar tengkorak
 Os etmoidal (tulang tapis): terdapat disebelah depan dari os sfenoidal,
diantara lekuk mata
c. Samping tengkorak (tulang pelipis)
 Bagian tulang karang (skuamosa)
 Bagian tulang keras (os petrosum)
 Bagian mastoid
2. Tengkorak wajah
a. Bagian hidung:
 Os lakrimal
 Os nasal
 Os kona nasal
 Septum nasi
b. Bagian tulang rahang:
 Os maksilaris (tulang rahang atas)
 Prosesus alveolaris (tempat melekatnya urat gigi)
 Os zigomatikum (tulang pipi)
 Os palatum (tulang langit-langit)
 Os mandibularis (tulang rahang bawah)
 Os hioid (tulang lidah)


KERANGKA DADA
1. Tulang dada (sternum): 1 buah
 Manubrium sterni
 Korpus sterni
 Prosesus xypoid
2. Tulang iga (Os kosta): 12 pasang = 24 buah kiri dan kanan
 Iga sejati (os kosta vera): 7 pasang
 Iga tak sejati (os kosta spuria): 3 pasang
 Iga melayang (os kosta fluitantes): 2pasang
RUAS-RUAS TULANG BELAKANG
1. Badan ruas
2. Lengkung ruas:
 Prosesus spinosus/taju duri
 Prosesus tranversum/taju sayap
 Prosesus artikularis/taju penyendi
Fungsi ruas belakang:
1. Menahan kepala dan alat-alat tubuh yang lain
2. Melindungi alat halus yang ada di dalamnya (sumsum tulang belakang)
3. Melekatnya tulang iga dan tulang panggul
4. Menentukan sikap tubuh
Bagian-bagian dari ruas belakang:
1. Vertebrata servikalis (tulang leher): 7 ruas
 Ruas I: atlas
 Ruas II: prosesus odontoid (aksis): kepal memutar kekiri dan kekanan
 Ruas III: prosesus prominan
2. Vertebrata toraklais (tulang punggung): 12 ruas
3. Vertebrata lumbalis (tulang pinggang): 5 ruas
4. Vertebrata sakralis (tulang kelangkang): 5 ruas
5. Vertebrata koksiglis (tulang ekor): 4 ruas



Lengkung Kolumna vertebralis: 4 lengkung
1. Daerah leher melengkung kedepan
2. Daerah torakal melegkung ke belakang
3. Daerah lumbal melengkung ke ke belakang
4. Daerah pelvis melengkung belakang
Mempunyai cakram antar yaitu bantalan tebal dari tulang rawan fibrosa yang terdapat diantara badan vertebrata yang dapat bergerak. Funsinya untuk menyerap goncangan yang terjadi bila mnggerakkan badan seperti waktu berlari dan meloncat dengan demikian otak dan tulang sumsum tulang belakang telindung terhadap goncangan.
Fungsi: sebagai penopang badan yang kokoh sekalihus bekerja sebagai penyangga dengan perantaraan tulang rawan cakram intervertebralis yang lengkungnya memberi fleksibilitas yang memungkinkan membengkok tanpa patah
Gelang panggul (tulang pelvis)
1. Pelvis mayor (rongga panggul besar)
2. Pelvis minor (rongga panggul kecil)
Sendi-sendi pelvis
1. Sendi sakro iliaka
2. Simfisis pubis
KERANGKA ANGGOTA GERAK ATAS
1. Gelang bahu
 Skapula (tulang belikat)
 Klavikula (tulang selangka)
2. Humerus (tulang pangal lengan)
3. Ulna (tulang hasta)
4. Radius (tulang pengumpil)
5. Karpalia (tulang pergelangan tangan)
Bagian proksimal meliputi:
 Os navikular (tulang bentuk kepala)
 Os lunatum (tulang bentuk bulan sabit)
 Os triquetrum (tulang bebrbentuk segi tiga)
 Os fisimorfis (tulang berbentuk kacang)

Bagian distal meliputi:
 Os multangulum mavus (tulang bersgi banyak)
 Os multangulum minus (tulang kecil segi banyak)
 Os kapitatum (tulang berkepala)
 Os hamatum (tulang berkait)
6. Meta karpalia (tulang telapak tangan)
7. Falangus (tulang jari tangan)
KERANGKA ANGGOTA GERAK BAWAH
Terdiri dari 31 pasang tulang:
1. Tulang koksa (tulang pangkal paha)
a. Os ilium (tulang usus) mempunyai lekuk yang disbut iliaka. Bagian tepi disebut
krista iliaka dan yang ujung disebut spina iliaka. Spina iliaka dibagi 4 yaitu:
 Spina iliaka anterior superior
 Spina iliaka anterior inferior
 Spina iliaka posterior superior
 Spina iliaka posterior inferior
b. Os iski (tulang duduk)
c. Os pubis (tulang kemaluan)
d. Rongga panggul
e. Foramen obturatum
e. Asetabulum
2. Tulang femur (tulang paha)
Disebelah atas dan bawah dari kolumna femoris terdapat taju yang disebut trokanter mayor dan trokanter minor. Di bagian ujung membentuk persendeian lutut, terdapat dua buah tonjolan yang disebut kondilus medialis dan kondilus lateralis. Diantara kondilus terdapat lekukan tempurung yang disebut tempurung lutut (patella)
Os tibialis dan fibularis, merupakan tulang pipa yang terbesar sesudah tulang paha yang membentuk persendian lututt dengan os femur. Pada bagian ujung terdapat tonjolan yang disebut os maleous lateralis atau mata kaki.
3. Tulang Tarsalia (tulang pangal kaki)
 Talus (tulang loncat)
 Kalkaneus (tulang tumit)
 Navikular (tulang bentuk kapal)
 Os kuboideum (tulang bentuk dadu)
 Kunaiformi (3 buah): K. Lateralis, K. Intermedialis, K. Medialis
4. Meta tarsalia (tulang telapak kaki)
5. Falangus (ruas jari kaki)
Pada metarsalia bagian jari kaki terdapat 2 buah tulang kecil berbentuk bundar yang disebut tulang bijian (os sesamoid). Lengkung kaki, terdapat 4 lengkungan
PERSAMBUNGAN TULANG ATAU SENDI (ARTIKULASI)
Adalah pertemuan 2 buah tulang atau beberapa tulang dari kerangka. Artologi adalah ilmu yang mempelajari tentang persendian.
1. Sendi utama terdiri dari:
2. Sendi fibru (sinartrosisi): sendi yang tidak dapat bergerak
3. Sendi sindesmosis, sendi yang bisa sedikit digerakkan dengan bantuan tulang rawan
4. Sendi antara manubrium sterni dan korpus sterni
5. Sendi sinovial (diartosis): persendian yang bergerak bebas.
Ciri-ciri sendi yang dapat bergerak bebas adalah ujung tulang masuk dalam formasi persendian ditutup oleh tulang rawan hialin, ligamen, untuk mengikat tulang-tulangnya bersama.
Sendi sinovial terdiri dari:
a. Sendi putar: S. Panggul, S. Peluru yang terdapat di bahu
b. Sendi engsel: S. Siku dan lutut
c. Sendi kondiloid: pergelangan tangan
d. Sendi berporos (sendi putar): pergerakan sendi kepala
e. Sendi pelana (sendi timbal balik): sendi rahang dan tulang pergelangan tangan
Pembatasan gerak sendi
Pergerakan sendi banyak di tentukan oleh permukaan persendian, misalnya dibatasi oleh prosesus olekrani pada sendi bahu, ligamen ilio femoral pada sendi panggul.
Sendi anggota gerak atas, terdiri atas:
1. Sendi sterno klavikular
2. Sendi akromio klavikular
3. Sendi bahu humero skapular
4. Sendi siku atau sendi engsel
5. Sendi radio ulnari
6. Sendi tangan dan jaringan tangan:
- S. karpalia
- S. karpo metakarpalia
- S. metakarpo-falangeal
- S. inter-falangeal
Sendi pinggul: sendi sinovial dari varietas sendi putar, kepala sendi femur ke dalam asetabulum tulang koksa, sendi ini tebal dan uat membatasi gerakan sendi ke seluruh arah dan membentuk sikap tegak tubuh dalam keadaan berdiri tegak tubuh dalam keadaan berdiri garakan sendi fleksi, ekstensi, abduksi, endorotasi dan eksorotasi.
Sendi lutut: sendi engsel yang dibentuk oleh kondilus femoralis yang bersendi dengan permukaan dari kondilius tibia; patella terletak diatas permuaan yang halus pada femur tapi tidak termasuk dalam sendi lutut.
Sendi tibio fibuler: dibentuk antara ujung atas dan bawah kedua tulang tungkai bawah batang dari tulang-tulang itu digabungkan oleh sebuah ligamen antara tulang yang membentu sebuah sendi ketiga antara tulang-tulang itu.
Sendi pergelangan kaki: adalah sendi engsel yang dibentuk antara ujung bawah tibia dan maleolus medialis serta maleolus lateralis dan fibula, kapsula sendi diperkuat oleh ligamen deltoid disisi medial.
Sendi telapak kaki: sendi antar berbagai tulang tarsalia disatuan oleh ligamen dorsal plantar terletak dinatara permukaan bawah talus da permuaan atas kalkaneus.
OTOT KERANGKA
Otot merupakan suatu organ yang memunginkan tubuh dapat bergerak. Otopt dibagi dalam 3 golongan:
1. Otot motoris (O. Serat lintang)
2. Otot otonom (O. Polos)
3. Otot jantung
Otot kerangka
Merupakan sebuah alat yang menguasai gerak aktif dan memelihara sikap tubuh. Dalam keadaan istirahat eadaanya tidak kendur tetapi mempunyai ketegangan sedikit yang disebut tonus.
Fungsi gerak tonus adalah:
1. Memelihara sikap dan posisi tubuh
2. Pada otot-otot dinding perut berguna untuk menahan rongga perut
3. Pada otot-otot dinding pembuluh darah berguna untuk menekan tekanan darah
Bagian-bagian dari otot:
1. Kepala otot=muskulus kaput
2. Empat otot=muskulus venter
3. Ekor otot=muskulus kaudal
Kontraksi otot, otot dapat mengadaan kontraksi dengan cepat apabila ia mendapat rangsangan dari luar berupa rangsangan arus listrik, rangsangan mekanis panas dan dingin, dll.
Selaput pembungkus, dikelilingi selaput pembungkus (perimisium/fasia). Fasia ini berfungsi:
1. Menahan dan melindungi otot supaya otot tetap pada tempatnya
2. Tempat asal/origo dari beberapa otot
3. Tempat letaknya pembuluh darah dan syaraf untuk jaringan organ.
Retikulum, adalah bagian yang padat dari fasia dalam mengikat tendo, yang berjalan melalui pergelangan mata kaki dan pergelangan tangan
Diafragma, struktur muskulus tendonium yang memisahan rongga toraks dengan rongga abdomen dan membentuk 3 lantai dari rongga toraks atau rongga abdomen.
Macam-macam otot:
1. Menurut bentuk dan serabutnya, yaitu otot serabut sejajar atau bentuk kumparan, otot bentuk kipas, otot bersirip dan otot melingkar/sfinter
2. Menurut jumlah kepalnya yaitui otot berkepala dua/biseps, otot berkepala tiga/triseps, otot berkepala empat/quadriseps
3. Menurut pekerjaanya:
a. O. sinergis, o yang dalam pekerjaanya bekerja bersama-sama
b. O. antagonis, o yang dalam peerjaanya berlawanan
c. O. abduktor, o yang bekerja menggerakkan anggota menjauhi tubuh
d. O. adduktor, o yang menggerkkan anggota ke jurusan tubuh (mendekati tubuh)
e. O. fleksor, o yang bekerja membengkokkan sendi tulang atau melipat sendi
f. O. ekstensor, o yang bekerja melueruskan kembali sndi tulang kepada
kedudukan semula
g. O. pronator, dimana ulna dan radial dlam keadaan sejajar
h. O. supinator, dimana ulna dan radial dalam keadaan melayangt
i. Endorotasi, memutar kedalam
j. Eksortasi, memutar keluar
k. Dilatasi, memanjangan otot
l. Kontraksi, memendekkan otot
4. Menurut letaknya:
a. Otot bagian kepala
b. Otot bagian leher
c. Otot bagian dada
d. Otot bagian perut
e. Otot bagian punggung
f. Otot bagian bahu dan lengan
g. Otot panggul
h. Otot anggota gerak bawah
OTOT KERANGKA TUBUH MANUSIA
Otot kepala:
1. Otot pundak kepala, membentuk galea aponeurotika disebut juga musulus oksipiti
frontalis, dibagi mnjadi 2 bagian:
a. Muskulus frontalis: untuk mengerutkan dahi dan menarik dahi mata
b. Oksipitalis: menarik kulit belakang
2. Otot wajah:
a. Otot mata muskulus rektus okuli: otot bola mata
b. Muskulus oblikus okuli/o bola mata: u/ memutar mata
c. Muskulus orbikularis okuli/otot lingkar mata: u/ menutup mata/otot sfingter
mata
d. Muskulus levator palpebra superior/kelopak mata: u/ menarik, mengangat
kelopak mata atas pada waktu membuka mata.
3. Otot mulut/bibir dan pipi:
a. M. Triangularis dan M. Orbikularis: u/ menarik sudut mulut kebawah
b. M. Quadratus labii superior, otot bibir atas
c. M. Quadratus labii inferior, pada dagu u/ menarik bibir kebawah atau
membentuk mimik muka
d. M. Buksinator, membentuk dinding samping rongga mulut u/ menahan
makanan waktu mengunyah
4. Otot pengunyah/otot yang bekerja waktu mengunyah terbagi atas:
a. M. Maseter: menyangal rahang bawah pada waktu mulut terbuka
b. M. Temporalis: menari rahang bawah keatas dan kebelakang
c. M. Pterrgoid internus dan eksternus: menarik rahang bawah ke depan
5. Otot lidah
a. M. genioglosus: mendorong lidah kedepan
b. M. Stiloglosus: menarik lidah ke atas ke belakang
Otot leher
1. M plastima: menekan madibula, menarik bibir e bawah dan mengerutkan kulit bibir
2. M. Sternokleidomastoid: menarik kepala ke samping, ke kiri dan ke kanan, memutar
kepala dan kalau keduanya bekerja sama merupakan fleksi kepala ke depan disamping
itu sebagai alat pembantu pernapasan
3. M longisimus kapitis: terdiri dari splenius dan semispinalis kapitis
OTOT BAHU DAN DADA
Otot bahu
1. M. Deltoid (otot segitiga): mengangkat lengan sampai mendatar
2. M. Subskapularis (otot depan tulang belikat): menengahkan dan mmutar tulang
humerus
3. M. Supraspinatus (otot atas balung tulang belikat): mengangkat lengan
4. M. Infraspinatus (otot bawah balung tulang belikat): memutar lengan keluar
5. M. Ters mayor (otot lengan bulat besar): bisa memutar lengan ke dalam
6. M. Teres minor(otot lengan belikat kecil): memutar lengan keluar

Otot dada
1. M. Pektoralis mayor (otot dada besar): memutar lengan ke dalam dan menengahkan
lengan, menarik lengan melalui dada, merpatkan lengan kedalam
2. M. Pektoralis minor (otot dada kecil): menaikkan tl belikat dan menekan bahu
3. M subklavikula (otot bawah selangka): menetapkan tulang selangka di sendi bahu
sebelah tulang dada dan menekan sendi bahu ke bawah ke depan
4. M seratus anterior (otot gergaji depan)
5. Otot dada sejati: mengangkat dan menurunkan iga waktu bernapas
Otot yang dada yang membantu pernapasan terdiri dari:
- M interkostalis eksternal dan internal: mengangkat dan menurunkan tulang iga ke atas adan ke bawah pada waktu bernapas
- M. Diafragmatikus: menjadi batas antara rongga dada dan rongga perut. Kontraksi dan relaksasinya memperkecil serta memperbesar rongga dada sewaktu bernapas.

Otot perut
1. M. Abdominalis internal (dinding perut)
2. M. Obligus ksternus abdominis
3. M. Obligus intrnus abdominis
4. M. Tranversus abdominis
Pandangan depan dinding abdomen
1. M. Psoas
2. M. Iliakus

Otot panggung (bagian belakang tubuh)
1. Otot yang menggerakkan lengan
 Trapezius (otot kerudung): mengangkat dan menarik sendi bahu
 M. latisimus dorsi (otot punggung lebar): menutupi ketiak bagian belakang, menengahkan dan memutar tl pangkal lengan ke dalam
 M. rhomboid (otot belah ketupat): menggerakkan tl belikat ke atas dank ke tengah
2. Otot antara ruas tl belakang dan iga:
 M. seratus posterior inferior (otot gergaji belakang bawah): menarik tl iga ke bawah pada waktu bernapas
 M. seratus posterior superior: menarik tulang iga ke atas waktu inspirasi
3. Otot punggung sejati
 M. inter spinalis transversi M. Semispinalis: u/ sikap dan pergerakan tl belakang
 M. sakro spinalis (M. Erektor spina): memelihara dan menjaga kedudukan kolumna dan pergerakan dari ruas tl belakang
 M. quadratus lumborum
Otot-otot pangkal lengan atas
1. Otot-otot ketul (fleksor)
 M. biseps braki (otot lengan berkepala 2): membengkokkan lengan bawah siku, meratakan hasta dan mengangkat lengan
 M. Brakialis (otot lengan dalam): membengkokan lengan bawah siku
 M. korako brakialis: mengangkat lengan
2. Otot-otot kedang (ekstensor)
 Muskulus triseps braki (otot lengan berkepala 3)
a. Kepala luar berpangkal di sebelah belakang tl pangkal lengan dan menuju ke
bawah kemudian bersatu dengan yang lain
b. Kepala dalam dimulai di sebelah dalam tulang pangkal lengan
c. Kepala panjang dimulai pada tulang di bawah sendi dan etiga-tiganya
mempunyai sebuah urat yang melekat di olekrani.
Otot-otot lengan bawah:
1. Otot-otot kedang
a. M. ekstensor karpi radialis longus
b. M. ekstensor karpi radialis brevis
c. M. ekstensor karpi radialis ulnaris
Ketiga otot ini fungsinya sebagai ekstensi lengan (menggerakkan lengan)
d. Digitonum karpi radialis: ekstensi dari jari tangan kecuali ibu jari
e. M. ekstensor policic longus: ekstensi dari ibu jari
2. Otot-otot ketul yang mengedangkan siku dan tangan serta ibu jari dan meratakan hasta
tangan
a. Otot-otot disebelah tapak tangan ada 4 lapis
1) Lapis ke-2 disebelah luar berpangkal di tl pangkal lengan: u/ membengkokan
jari tangan
2) Lapis ke-4 ialah otot-otot untuk sendi-sendi antara tl hasta dan tl pengumpil.
Otot-otot tsb adalah:
a) Otot silang hasta bulat (muskulus pronator teres): dapat mengerjakan
silang hasta dan membengkokkan lengan bawah siku
b) Otot-otot ketul untuk tangan dan jari tangan;
 M. Palmaris ulnaris: mengetulkan tangan
 M. fleksor karpi radialis dan M. Fleksor digitor sublimis: fleksi jari ke dua dan elingking
 M. fleksor digitorum profundus: fleksi jari 1,2,3,4
 M. fleksor policis longus: fleksi ibu jari
c) Otot-otot yang bekerja memutar radialis (pronator dan supinator)
 M. pronatur teres equadratus: pronasi dan tangan
 M. spinator brevis: supinasi dari tangan
b. Otot-otot di sebelah tl pengumpil : membengkokkan lengan disiku,
mengerjakan rata hasta, membengkokkan tangan ke arah tl pengumpil atau tl
hasta
c. Otot-otot di sebelah punggung atas: melueruskan jari tangan
3. Otot-otot tangan: membentuk ibu jantung tangan (thenar) dan anak jantung tangan
(hipothenar)

Otot-otot sekitar panggul, otot ini berasal dari tulang panggul atau kolumna vertebralis menuju ke pangkal paha.
1. Sebelah depan bagian dalam dari panggul terdapat:
a. M. psoas mayor
b. M. iliakus
c. M. psoas minor
2. Sebelah belakang bagian luar, terdapat:
a. M. gluteus maksimus: antagonis dari psoas yaitu rotasi fleksi dan endorotasi
b. M. gluteus medius dan minimus: abduksi dan endorotasi dari femur dan bagian medius eksorotasi femur.
Otot-otot tungkai atas (otot paha), mempunyai selaput pembungkus yang sangat kuat dan disebut fasia lata yang di bagi atas 3 golongan yaitu:
1. Otot abduktor femoralis:
a. M. abduktor maldanus sebelah dalam
b. M. abduktor brevis sebelah tangan
c. M. abduktor longus sebelah luar
*Ktiganya berfungsi menyelenggarakan gerakan abduksi
2. M. Ekstensor (quadriseps femoris) otot berkepala 4:
a. M rektus femoris
b. M. vastus lateralis eksternal
c. M. vasus medialis internal
d. M. vasus inter medial
3. Otot fleksor femoris:
a. Biseps femoris: membengkokkan paha dan meluruskan tungkai bawah
b. M. semi membranosus: membengkokkan tungkai bawah
c. M. semi tendinosus: membengkokkan urat bawah serta memutarkan ke bawah
d. M. sartorius/otot penjahit: eksorotasi femur, memutar keluar pada waktu lutut mengetul, serta membantu gerakan fleksi femur dan embengkokkan ke luar
Otot tungkai bawah:
1. Otot tulang kering depan muskulus tibialis anterior: mengangat pinggir kaki sebelah
tengah dan membengkokkan kaki
2. M. Ekstensor talangus longus: meluruskan jari telunjuk ketengah jari, jari manis dan
kelingking kaki
3. Otot kedang jempol: meluruskan ibu jari aki
Otot-otot yang terdapat di belakang mata kaki dipaut oleh ikat silang dan ikat
melintang fungsinya dapat mengangkat kaki sebelah luar.
4. Uratakiles (tendo achilles): meluruskan kaki di sendi tumit dan membengkokkan
tungkai bawah lutut (M. Popliteus). Terdapat di:
1. Berpangkal pada kondilus tl kering
2. Melintang dan melekat di kondilus lateralis tl paha
*Fungsinya: memutar tibia ke dalam (endorotasi)
5. Otot ketul jari (M. Fleksor falangus longus): membengkokkan jari dan menggerakkan
kaki ke dalam
6. Otot ketul empu kaki panjang (M. Falangus longus): membengkokkan empu kaki
7. Otot tl betis belakang (M. Tibialis posterior): membengkokkan kaki di sendi tumit dan
telapak aki disebelah kedalam
8. Otot kedang jari bersama: meluruskan jari kaki (M. Ekstensor falangus 1-5)

Otot-otot yang lain antara lain:
1. Otot ketul
2. Otot penengah empu kaki, telapak ditelapak kaki
3. Otot penepsi
4. Fasia plantaris, bagian khusus dari fasia yang terletak di bawah telapak kaki.

RUANG-RUANG ANATOMIK
1. Aksila
2. Fose ante kubiti
3. Fosa iskio rektalis
4. Segitiga skarpa/segitiga femoralis ialah segitiga yang terletak dibawah ligamentum
ingualis sebagai dasar dari segi tiga itu
5. Saluran hunteri adalah suatu liang yang berjalan melalui sebelah depan dari pada
femoris sampai belakang, muali dari segi tiga skarpa dan berakhir di ruang popliteal.
Arteri femoralis dan vena femoralis berjalan melalui saluran ini.
6. Ruang poplitea

PENGKAJIAN MUSKULUSKELETAL
Alat khusus:
- Goniometer
- Pita pengukur
Persiapan klien:
- Bergantung pada kelompok otot yang diperiksa, klien dapat duduk, berbaring
terlentang, atau berdiri
- Pastikan bahwa otot dan sendi klien terbuka dan bebas untuk bergerak
Riwayat:
a. Minta klien untuk menjelaskan riwayat masalah pada tulang, otot, atau fungsi sendi, meliputi riwayat jatuh saat ini, trauma, mengangkat benda berat, dan penyakit tulang atau sendi dengan serangan tiba-tiba atau jadi bertahap. Selain itu, minta klien menunjukkan lokasi di mana terjadi gangguan
b. Kaji gejala dan peningkatan kekakuan atau nyeri, meliputi loasi, durasi, tingkat keparahan, jenis nyeri dan faktor predisposisi, faktor penanmbah dan faktor penyembuh
c. Tanyakan apakah klien pernah melihat suatau perubahan dalam kemampuan melaksanakan tindaan perawatan diri, seperti mandi, makan, berpakaian, perkemihan dan ambulasi atau fungsi sosial, seperti pekerjaan rumah tangga, pekerjaan, rekreasi dan aktivitas seksual.
d. Periksa penurunan tinggi tubuh pada wanita berusia di atas 50 tahunh dengan mengurangi tinggi saat ini dibandingan dengan tinggi maksimum dewasa. Ini dilakuan untuk memperkirakan ada-tidaknya osteoporosis. (Reed dan Birge, 1988)

Inspeksi umum
Pengkajian Hasil normal
- Observasi gaya berjalan, cara berdiri, dan postur saat klien memasuki memasuki ruangan, pengkajian dimulai saat klien tampak berada dalam posisi dan gerakkan naturalnya. Perhatian bagaimana klien berjalan, duduk dan berdiri dari posisi duduknya

- Minta klien berjalan pada sebuah garis lurus menjauh dari anda dan kemablai; observasi gerakkan ekstremitas


- Perhatikan adanya penegangan kaki, lekuk, menyeret-nyret kaki, dan perhatian posisi batang tubuh terhadap tungkai

- Observasi klien dari samping, pada posisi berdiri dan kaji lengkung spina servikal, torakal dan lumbal


- Perhatikan juga dasar penyangga dan stabilitas penahan berat badan




- Inspeksi kulit dan jaringan subkutan di bawah otot, tulang, dan sendi terhadap adanya warna yang tidak sewajarnya, pembengkakan atau massa

- Observasi ekstremitas terhadap ukuran keseluruhan, deformitas kasar, pembesaran tulang, simetrisitas dan keselarasan antara panjang dan posisi tubuh. - Klien seharusnya berjalan dengan kedua lengan bergerak bebas disisinya dan kepala mndahului tubuh. Kedua ibu jari seharusnya mengarah tpat ke depan













- Postur berdiri normal adalah tegak lurus dengan panggul dan bahu brada dalam satu keselarasan. Kepala normal tertahan tegak.

- Beberapa orang bahunya melengkung saat duduk, hal ini normal
- Berat tubuh tersebar merata; klien berdiri di atas jari-jari dan tumit kaki kiri dan kanan.

- Jaringan cenderung mengikuti bentuk bagian tubuh, tanpa pembengakan atau massa


- Biasanya terdapat simetrisitas bilateral pada panjang, lingkar, keselarasan, dan posisi dan jumlah lipatan


Rentang Gerak Sendi dan Tonus Serta Kekuatan Otot
Teknik Pengkajian
Pengkajian Hasil normal
- Buatlah tiap sendi mencapai rentang gerak normal penuh

- Bandingkan sendi yang sama pada kedua sisi tubuh terhadap keselarasan
- Uji kedua rentang gerak aktif dan pasif untuk masing-masing kelompok sendi otot mayor yang berhubungan
- Jangan paksa sendi bergerak ke posisi yang menyakitkan
- Beri klien cukup ruang untuk menggerakkan masing-masing kelompok otot sesuai rentang geraknya
- Selama pengkajian terhadap rentang gerak, kekuatan dan tegangan otot, inspeksi juga mengenai adanya pembengkakan, deformitas dan kondisi dari jaringan sekitar; palpasi atau observasi terjadinya kekakuan, ketidakstabilan, gerakkan sendi yang tidak biasanya, sakit, nyeri, krepitasi dan nodul-nodul
- Bila sendi tampak bengkak an inflamasi, palpasilah kehangatannya

- Selama pengukuran rentang gerakkan pasif, minta klien agar rilek dan memunginkan anda menggerakkan sendi secara pasif sampai akhir rentang gerak terasa






- Bila diduga terjadi penurunan gerakkan sendi, gunakan sebuah goniometer untuk pengukuran yang tepat mengenai derajat gerakkan
- Ukur sudut sendi sebelum secara penuh atau saat rentang pada posisi netral dan ukur lagi setelah gerakan gerakkan sendi sejauh mungkin
- Bandingkan hasilnya dengan derajat normal gerakkan sendi
- Tonus dan kekuatan otot dapat diperiksa selama pengukuran gerak sendi
- Tonus dideteksi sebagai tahanan otot saat ekstremitas rilek secara pasif digerakkan melalui rentang gerakanya
- Periksa tiap kelompok otot dengan cara-cara berikut ini untuk mengkaji kekuatan otot dan membandingkanya pada kedua sisi tubuh.
- Minta klien membentuk suatu posisi stabil. Minta klien untuk memfleksikan otot yang akan anda periksa dan kemudian agar menahan tenaga dorong yang akan anda lakukan terhadap fleksinya. Periksa seluruh kelompok otot mayor
- Bandingkan kekuatan secara bilateral



- Bersamaan dengan tiap manuver:
- Minta klien untuk membentuk suatu posisi kuatnya
- Brikan peningkatan tnaga dorong secara bertahap terhadap kelompok otot
- Klien menahan dorongan denga usaha untuk menggerakkan sendinya berlawanan dengan dorongan tersebut
- Klien menjaga tahanan tersebut agar tetap ada sampai diminta untuk menghentikannya
- Sendi seharusnya bergerak saat pemeriksa memberi variasi kekuatan tenaga dorong terhadap kelompok otot tersebut
- Bila kelemahan terjadi, priksa ukuran otot dengang menempatkan pita pengukur di sekitar lingkar otot tubuh tersbut dan membandingkanya dengan sisi yang berlawanan - Sendi harus bebas dari kekakuan, ketidakstabilan, pembengkakan, atau inflamasi










- Tak adanya ketidaknyamanan harus terjadi bila dilakukan penekanan pada tulang dan otot









- Rentang gerakan dibanding dengan geraan pasif dan aktif harus setara untuk masing-masing sendi dan diantara sendisendi kontralateral
- Sendi normal bergerak bebas tanpa sakit atau krepitasi


- Kewaspadaan perawat: Jangan paksa gerakan sendi bila klien mengalaminyeri atau kejang otot













- Tonus otot normal menyebabkan tahanan ringan dan datar terhadap gerakkan pasif selama rentang geraknya











- Kekuatan otot scara bilateral simetris terhadap tahanan tenaga dorong
- Lengan dominan mungkin sedikit lebih kuat dari lengan yang tidak dominan



Cara mengukur ketebalan otot:
 Otot tricep dan scapula
 Alat yang digunakan calipers
 Klien disuruh duduk atau berdiri
 Angat otot tricep dan scapula dengan tangan kiri
 Dengan tangan kanan taruh kalipers ditngah titik orang dewasa normal 1,5 – 2 cm
Mengukur lingkar lengan
 Tentukan titik tengah proces olecranon dan acrominal
 Gunakan meteran mengukur lingkar lengan pada titik lingkar lengan pada orang dewasa
 Normal 29-31 cm
 Lazim digunakan lengan lingkar atas yang non dominan
Uji kekuatan otot:
0 : Otot sama sekali tidak mampu bergerak, tanpa kontraksi, tungai dilepas akan jatuh
100%
1 : Tanpa kontraksi atau ada sedikit gerakan dan ada tahanan sewaktu jatuh
2 : Mampu menahan tegak yang berarti mampu menahan gaya gravitasi, tapi dengan
sentuhan akan jatuh
3 : Mampu menahan tegak walaupun sedikit di sorong tetapi tidak mampu melawan
tekanan/dorongan dari pemeriksa
4 : Kekuatan kurang dibandingkan dengan sisi lain
5 : Kekuatan penuh
















DAFTAR PUSTAKA

1. Drs. H. Syaifudin, B.Ac, Anatomi Fisiologi, Edisi 2, 1997, EGC, Jakarta
2. Patricia Potter RN, Pengkajian Kesehatan, EGC, Jakarta

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar