Rabu, 08 Juli 2009

ACNE ( JERAWAT )

ACNE ( JERAWAT )

A. Pengertian
Acne ( Jerawat ) adalah penyakit peradangan kelenjar yang sering dijumpai dalam berkaitan dengan folikel rambut ( Nit pilo sebasa )
( Corwin, Elisabeth. 2001 : 598 )
Acne vulgaris adalahh peradsangan kronik flikel polisebasea yang ditandai dengan adanya komedo, postula dan kista pada daerah prodi leksi, seperti muka, bah bagian atas dari ekternitas superior, dada dan punggung.
( Mawardi , 2000 : 35 )
Acne vulgaris adalah penyakit radang menahun dari unit polisebaseus dan dapat ditemukan diberbagai efloresensi kulit yang disebut komedo, pustel, kertas abses.
( Masjoer, A. 2000:483 )
Acne Vulgularis merupakan penyakit dermatologis yang dapat menyebabkan kecacatan baik fisik maupun psikologis
( Golstein. B. 1998 : 49 )
Axcne vulgaris adalah penyakit radang kronik flikel polisebasea dengan gambaran khas : Komedo, nodus dan nodul pada tempat – tempat tertentu.
( Djuanda, A. 1993 : 209 )
B. Etiologi
1. Penyebab yang pasti : Belum diketahui.
2. Faktor – factor yang mempengaruhi
a. Herediter
Faktor herediter yang berpengaruh pada besar dan aktifitas kelenjar palit ( glandula sebasea). Apabila kedua orang tua mempunyai parut bekas acne, kemungkinan besar anaknya akan menderita acne.
b. Hormon
Hormon endogen dari bestis dan kelenjar anak ginjal ( Adrenal ). Hormon inio menyebabkan kelenjar kulit palit bertambah besar dan produksi sebelum meningkat. Sedangkan estrogen dapat menurunkan kadar gonadrotopin yang berasal dari kelenjar hipotinis hormone gonadtropin mempunyai efek menurunkan produsi sebelum. Karena pada acne vulgaris banyak gangguan keseimbangan antara kedua hormone tersebut maka mempengaruhi timbulnya komedo serta menyebabkan daya tahan alamiah kulit terganggu. Hal ini menyebabkan kerentanan tahap flora bakteri normal.

c. Bakteri
Pada Acne vukgaris ditemukan bakteri – bakteri corynebacterium acne, tetapi belum dapat dibuktikan bahwa bakteri ini penyebab acne.
d. Kosmetik
Pemakaian bahan – bahan kosmetik tertentu, secara terus menerus dalam waktu yang lama dapat menyebabkan suatu bentuk acne ringan yang terutama terdiri dari komedo tertutup dan beberapa lesipopulopustular pada pipi dan dagu. Bahan yang sering menyebabkan acne ini terdapat pada berbagai krem muka seperti bedak kasar ( foundation ), Pelembab ( Moisturiur ) dan krem penahan sinar matahari ( Suncreen ).
e. Psikis
Pada beberapa penderita acne, stress gangguan emosi dapat menyebabkan eksebasi akne. Mekanisme yang pasti mengenai hal – hal ini belum diketahui. Tetapi kecemasan cenderung menyebabkan penderita memanipulasi secara mekanis, sehingga terjadi kerusakan pada dinding foliikel danb timbul leri meradang yang baru.
f. Iklim
Faktor sinar UV, kelembaban udara dan temperature mungkin berpengaruh pada aktifitas kelenjar sabesa.
g. Diet.
Pada penderita yang makan banyak krbohidrat dan zat lemak tak dapat dipastikan akan terjadi perubahan pada pengeluaran sebum.
Bila akne yang meradang tidak segera diobati, pada beberapa pasien dapat menyebabkan pembentukan jaringan parut yang hebat pada lesi yang kronik dan terletak dalam misnodus / kista. Awitan akne biasanya pada dewasa muda dan dapat berlanjut pada permulaan masa dewasa.
( Harahap. M 2000 : 37 : Mansjoer. A.2000 : 483 )
C. Manisfestasi Klinis.
Bentuk leksi acne vulgaris adalah polimorf. Lesi agn khas ialah komedo. Jika terjadi peradangan untuk berbentuk papula, pustule, nodula dan kista. Bila sembuh lesi dapat meninggalkan eritrema dan hiperpigmentasi pacainflamasi.
Penderita biasanya mengeluh adanya erupsi kulit muka, bahu, dada dan punggung bagian atas. Pada komedo berisi sebum yang kental atau padat sedangkan, kista biasanya berisi pur dan darah. ( Marwali. H. 2000 : 39; Gold Stein. B. 1998:49 )



D. Klasifikasi
Klasifikasi secara klinik dapat berdasarkan :
1. Tingkat keseluruhan ( Overall Grading )
Pilsburg membagi berdasarkan derajat penyakitnya, yaitu :
a. Stadium I : Komedo yang terbatas dimuka dan hanya sedikit.
b. Stadium II : Masih terbatas dimuka, terdapat tanda radang.
c. Stadium III : Meluas kedada dan punggung.
d. Stadium IV : “ Conglobata “ kista yang berdekatanm saling menyambung dibawah kulit.
2. Penghilang lesi
Plewig dan Kligman membagi akne (n dimuka) menjadi :
a. Acne type komedo
b. Acne tipe popula
c. Acne Konglobata
d. Acne sejati :
1). Acne vulgaris : terdapat pada purbetas.
2). Acne venerate karena bahan – bahan dari luar.
e. Acne fisik : Ditandai dengan lesi meradang beberapa popula/Pustula
( Mawardi, H, 2000 : 40 )
2. Fotografi
Cook dkk membagi tingkat berat ringannya acne secara garis besar berdasarkan fotografi yang diperkirakan lebih obyektif dan teliti.
E. Patofisiologi
Empat hal yang penting yang berhubungan dengan terjadinya acne yaitu : peradangan, kenaikan eksresi sebum, bakteri dan kreatifitas folikel. Acne mulai timbul pada masa purbetas pada waktu kelenjar sebasea membesar dan mengeluarkan sebvum lebih banyak. Pertumbuhan kelenjar palit dan produksi sebum ada dibawah pengaruh hormone endrogen. Pada penderita acne terdapat peningkatan konversi hormone androgen yang normal beredar dalam darah ( testoteron ) kebentuk metabolic yang lebih aktif ( s-self dihidrofesteron ). Hormon ini mengikat reseptor endrogen distoplasma dan akhirnya menyebabkan proliferasi sel penghasil sebum. Meningkatnyab produiksi sebum pada penderita acne disebabkan olehrespon rgan akhir uang berlebih – lebihnan ( end – organ hyperespone ) pada kelenjar palit terhadap kadfar normal androgen dalam darah. Penderita lesi acne hanya ditemukan debeberapa tempat yang kaya akan kelenjar pal;it. Sebum yang bwersifat komedogenik tersusun dari campuran sekualen, lilin ( Wak ) ester dari sterol, kolesterol, lipid polar dan trigliserida.
Kreatinisan pada saluran pilosebasea disebabkan leh adanya penumpukan krneosit dalam saluran pilosebasea. Hal ini dapat disebabkan oleh bertambahnya produksi kornesit pada saluran sebasea, pelepasan korneosit yang tdak adekuat. Bertambahnya produksi korsenoit dan sel kreatinosit merupakan salah sati sifat komeso.
Kemudian jika disebabkan acne peningkatan jumlah ( orynobacterium acnes biasanya terjadi pada masa purbetas karena adanya sebore )
Menurut hipotresisn sanit leger, skualen yang dihasilkan oleh kelenjar palit dioksidasi didalam folikel dan hasil oksidasi iniu menjadi penyebab terjadi komedo. Kadar folikel nberkurang dan terjadi kolonisasi. Corynobacterium acnes (corynobacterium acnes memproduksi porfirin yang bila dilepaskan dalam folikel semakin berkurang, Penurunan O2 danb tingginya jumlah bakteri dapat menyebabkan peradangan folikel )
( Marwali, Harahap. 2000 : 38 )
F. Penatalaksanaan
1. Obat – obatan topical ( missal : asam retinoat ( Vitamin A ) digunakan untuk mengeringkan dan melepaskan kulit. Hal ini dapat membuka folikel dan mempermudah keluarnya sebum ke permukaan kulit.
2. Tetapi antibiotic ( trestakilin ) dapat diberikan untuk mengurangi proliferasi bakteri folikel. Tetrasiklin ) dapat merusak gigi yang sedang tumbuh, sehingga merupakan kontra indikasi bagi wnita hamil/wanita yang rencana untuk hamil.
3. Isotnetinoin sistemik dapat diberikan pada yang parah ( acne kristik nodular ). Obat ini dapat menyebabkan cacat lahir yang parah dan tidak boleh digunakan pada wanita muda yang hamil/mungkin hamil.
( Corwin. E, 2001 :598 )

G. Diagnosa dan Intervensi
1. Gangguan Integritas kulit b. d. adanya eritema, Interupsi mekanis.
Tujuan :
a. Kemerahan berkurang,
b. Mencapai penyembuhan tepat waktu
Intervensi :
a. Anjurkan klien untuk tidak menggark papul / acne.
Rasionalisasi : mencegah kontaminasi.
b. Berikan antibiotic sesuai indikasi.
Rasinalisasi : dengan antibiotic dapat mencegah infeksi sekunder dan meningkatkan penyembuhan.
c. Mempertahankan hygiene kulit.
Rasionalisasi : meningkatkan kebersihan kulit.
2. Gangguan body image b.d. adanya kemerahan/papul.
Tujuan :
a. meningkatkan harga diri
b. menerima kondisi tubuh.
Intervensi :
a. Dorong Individu mengekspresikan perasaan emosi.
Rasionalisasi : membantu pasien menerima
b. Kaji potensi pasien.
Rasionalisasi : untuk meningkatkan harga diri pasien
c. Dorong Interaksi keluarga.
Rasionalisasi : Dorongan keluarga penting untuk mengurangi rasa minder pasien.
d. Bantu mengidentifikasi evaluasi diri yang positif
Rasionalisasi : Untk meningkatkan harga diri pasien
3. Kurang pengetahuan b.d. kurang informasi
a. penkes.




















DAFTAR PUSTAKA

Bagian Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin FakultasKedokteran Universitas Indonesia.2005. Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin.Edisi 4. Ketua Editor Prof. Dr. Adhi Djuanda.Jakarta :FKI
http//www.medicastio.com
http/www.pom.go.id

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar