Rabu, 08 Juli 2009

NYAMUK

NYAMUK














Disusun oleh
A@ SOIM


SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN
MUHAMMADIYAH GOMBONG
PRODI DIII KEPERAWATAN
2007

NYAMUK

Nyamuk adalah serangga yang termasuk orde diptera. Macamnya banyak dan tersebar hampir di seluruh pelosok bumi kecuali di lautan, di kutub ataupun dipadang pasir yang amatkering. Diperkirakan tidak kurang dari 2.500 spesies ditemui dipermukaan bumi. Sekalipun tidak semua spesies mendatangkan penyakit bagi manusia, namun di antara berbagai jenis serangga, maka nyamuk adalah yang paling ditakuti. Karena beberapa diantaranya dapat mendatangkan penyakit malaria, aedes agypti yang menimbulkan penyakit demam, kuning, culek mansonia dan anopeles gambiae yang mendatangkan penyakit filariasis serta culex pipiems dan culex tarsalis yang mendatangkan penyakit encephalitis.
Sebagaimana telah diuraikan, maka untuk mendapatkan hasil pengawasan nyamuk yang sempurna, diperlukan pengetahuan yang cukup tentang siklus kehidupan nyamuk, ekologinya, sifat – sifat nyamuk dan cara penularan penyakit yang ditimbulkan oleh nyamuk. Tentang siklus kehidupan nyamuk telah diketahui bahwa nyamuk salah satu jenis serangga yang mengalami metamorfose yang sempurna. Nyamuk betina yang dewasa meninggalkan telurnya di dalam dan atau didekat air. Sekali bertelur menghasilkan sekitar 50 – 200 buah, dan selama masa hidupnya dapat bertelur beberapa kali. Tergantung dari jenis nyamuk, maka telurnya ada yang sendiri – sendiri mengapung di atas permukaan air (bentuk raft). Jika keadaan tempat sesuai dengan kebutuhannya, maka masa telur ini antara 2 – 3 hari. Tetapi jika keadaan tempat bertelur tersebut dingin atau terlalu panas, maka telur ini dapat dipertahankan lebih lama.
Telur yang telah matang akan menetas membentuk tempayak (larva), yang tergantung dari jenis nyamuknya mempunyai bentuk serta sifat tersendiri. Pada nyamuk anopheles, larvanya rata rata dengan permukaan air, sedangkan pada nyamuk culex membuat sudut dengan permukaan air. Setadium larva ini berlangsung antara 4 – 10 hari. Banyak jenis larva dapat berenang aktif di dalam air. Mereka membutuhkan bahan makanan disamping udara yang didapatnya dari permukaan air.
Bentuk kepompong (pupa) yang kemudian menyusul, berlangsung selama + 2 hari. Pupa juga membutuhkan udara segar, tetapi tidak membutuhkan bahan makanan. Selanjutnya setel;ah bentuk pupa dilalui, maka muncullah bentuk dewasa, yang sebelum pergi meninggalkan tempat “kelahiran” tersebut, mengapung dahuludiatas permukaan air, menunggu sayapnya kering.
Adapun sifat nyamuk dewasa berbeda – beda, karena semuanya tergantung dari jenis nyamuk tersebut. Sifat umum yang dipunyai ialah :
1. Nyamuk betina membutuhkan darah untuk pembentukan telur, sedangkan nyamuk jantan tidak, sebab itu nyamuk betina menggigit manusia dan atau hewan, sedangkan nyamuk jantan lebih senang tetap tinggal didaerah dimana ia dilahirkian.
2. dengan sayapyang dimilikinya, maka nyamuk dapat terbang dari satu tempat ketempat lain. Hanya saja jarak yang dapat dicapainya biasanya tidak jauh, kecuali anopheles yang dapat terbang antara 1 ½ - 30 km.
3. Dalam mencari mangsanya ia memilih waktu – waktu tertentu : ada yang menyenangi malam hari, tetapi ada pula yang siang hari.
Jika ditinjau dari tempat hidupnya, nyamuk dibedakan atas beberapa macam yaitu :
1. Nyamuk yang senang hidup di air payau(salt marsh type).
2. Nyamuk yang memilih hidup di genangan air yang bersifat sementara, dibedakan atas;
a. Temporary pool type, ialah nyamuk yang senang mengeram digenangan air yang sifatnya sementara seperti bekas injakan kerbau, manusia dll,
b. Artificial container type, adalah nyamuk yang senang digenangan air yang terdapat dalam kaleng – kaleng bekas yang dibuang sembarangan.
c. Treehole type, ialah nyamuk yang senang digenangan air yang bersifat sementara yang terdapat pada lubang – lubang pohon. Ditemukan terutama didaerah yang sering hujan.
d. Rock pool type, ialah sama halnya dengan Treehole type, hanya saja yang dipilih disini genangan air di lubang – lubang batu karang.
Jika ditinjau dari tempat persembunyiannya, dapat dibedakan menjadi 2 jenis yaitu :
a. Naturalresting stasions type, ialah nyamuk yang memilih tempat bersembunti dalam lubang – lubang yang ditemui secara alamiah, misalnya pada pohon – pohon, batukarang dsb,
b. Artivicial resting statione type, ialah nyamuk yang memilih tempat bersembunti dalam tempat – tempat yang terbentuk karena hasil pekerjaan manusia, baik yang sifatnya sengaja ataupun tidak sengaja (karena kecerobohan). Misal dalam rumah, dalam kaleng kosong dsb,
Dengan mengetahui berbagai sifat nyamuk seperti dikemukakan di atas, maka akan dapat dipilih cara pengawasan nyamuk yang tepat, artinya yang benar – benar efektif untuk membunuh atau paling tidak menghindarkan nyamuk dari lingkungan kehidupan manusia. Hannya saja sebelum usaha itu dikaksanakan, haruslah pula dipunnyai data yang lengkap terlebih dulu tentang segala hal yang menyangkut nyamuk tersebut, terutama yang berhubungan dengan daerah yang dipakai sebagai tempat perkembangbiakan nyamuk tersebut dll sebagainya. Karena itulah nyawa pengawasan biasanya sering diketahui dengan suatu penelitian atau survey. Dalam survey nyamuk ada 2 prinsip dasar yang dikerjakan yaitu
1. melakukan pemetaan daerah, yaitu menentukan daerah – daerah dicurigai menjadi tempat bersarangnya nyamuk, misalnya rawa – rawa, seluruh air yang tergenang dan lain sebagainya. Pemetaan ini dianggap pokok, karena dengan diketahui daerah tersebut dapat dilakukan pengawasan secara intensif, serta hasil yang diperoleh akan lebih memuaskan. Terutama ditinjau dari segi ekonomi, karena tidak perlu mengawasi daerah terlalu luas.
2. Melakukan kunjungan lapangan kedaerah yang dicurigai. Tujuan kunjungan laporan ini, kecuali untuk memastikanlokasi daerah yang dicurigai, juga untuk mengidentifikasi jenis nyamuk apa yang terdapat di daerah tersebut…. Pekerjaan identtifikasi ini dianggap penting, karena dengan demikian dapat diketahui apakah nyamuk yang ditemukan berbahaya atau tidak. Tentu saja pengawasan selanjutnya hanya ditunjukan kepada jenis nyamuk yang berbahaya saja; dengan demikian penghematan dana dapat pula dilakukan.
Identifikasi nyamuk ini biasanya dilakukan dengan mengambil contoh air dari tempat yang diduga sarang nyamuk. Dalam mengambil contoh air ini, dipergunakan tangguk ber tangkai panjang yang dipasang dengan jaring halus. Pengambilan contoh air harus dilakukan dengan gerakan yang cepat, karena larva nyamuk peka sekali terhadap gangguan, dan segera akan menyelam sehingga tidak dapat diambil. Dari bentuk larva, pupa serta ciri – ciri yang ditemukan pada nyamuk dapat dibedakan jenis nyamuk tersebut. Misalnya Larva anopheles mengapung datar dipermukaan air, sedangkan colex mengapung dengan membentuk sudut pada permukaan air. Membedakan nyamuk dapat pula dilakukan dengan melihat nyamuk – nyamuk dewasa, misalnya dari bentuk sayap atau posisi tubuh ketika menggigit mangsanya. Nyamuk anopheles berbintik – bintik pada sayap serta posisi menggigit mangsanya, sedangkan jenis colex sayapnya umumnya polos serta posisi menggigit sejajar dengan permukaan kulit.
Setelah diketahui jenis nyamukyang harus diawasi, pekerjaan dilanjutkan dengan pengawasan itu sendiri.Secara umum dapat pula dibedakan atas 2 macam yaitu :
1. pengawasan yang ditunjukan pada bentuk muda dari nyamuk (setadium telur, larva dan pupa).
Ada beberapa cara pengawasan yang dilakukan pada bentuk muda dari nyamuk ini yang dibedakan atas :
a. Secara fisik atau mekanis misalnya dengan mengeringkan rawa – rawa, menimbun air yang tergenang, membuat selokan mengalir dengan lancar.
b. Secara kimia, yaitu menyiram permukaan air dengan zat kimia tertentu (minyak), dengan demikian larva dan pupa tidak dapat mengambil udara segar yang dibutuhkannya.
c. Secara biologis, misalnya memelihara beberapa jenis ikan dirawa – rawa, yang memakan telur, larva serta pupa nyamuk.
d. Secara Cultural, misalnya mengubah sikap masyarakat yang merugikan kesehatan lingkungan.

2. Pengawasan yang ditujukan pada nyamuk dewasa
Sama halnya dengan pengawasan nyamuk pada usia muda, maka disini cara pengawasan yang dapat dilakukan dibedakan pula atas beberapa macam yaitu :
a. Secara fisik atau mekanis, yaitu dengan memasang kawat kasa, menggunakan kelambu, atau memukul nyamuk dengan alat pemukul.
b. Secara kimia, yaitu menggunakan berbagai macam insektisida dengan sifat – sifatnya ada yang untuk mematikan nyamuk, mengatur pertumbuhan, membuat steril, menarik perhatian nyamuk ataupun mengusirnya.
c. Secara biologis, dengan membiarkaqn hidup binatang seperti cicak dirumah yang akan menangkap nyamuk sebagai mangsanya, binatang lain yang merupakan musuh nyamuk, dan karena itu dapat dimanfaatkan sebagai salah satu cara pengawasan biologis ialah kelelawar, jenis reptil dan unggas.
d. Cara cultural, dengan mengubah sikap masyarakat yang merugikan kesehatan lingkungan nan menguntungkan nyamuk, misalnya dengan mengeringkan rawa – rawa, potong daun terlalu lebat tidak membuang kaleng bekas, membuat saluran air yang memenuhi sarat kesehatan.
Cara yang terbaik dilakukan dalam pengawasan nyamuk ini adalah jika dapat ditujukan terutama ketika nyamuk masih berada dalam stadium muda. Karena dengan dapat dibunuh nyamuk dalam stadium ini, dapat dicegah bertambah banyaknya nyamuk yang mungkin sempat dihasilkan oleh nyamuk betina dewasa. Dari pada itu pengawasan nyamuk pada stadium muda dipandang lebih menguntungkan kesehatan manusia. Sarang nyamuk pada umumnya tidak berada dalam lingkungan daerah tempat tinggal, sehingga jika digunakan zat kimia pada sarang tersebut tidak akan menimbulkan problema keracunan pada manusia. Tidak demikian halnya jika nyamuk telah dewasa, sebab penggunaan zat insektisida didaerah perumahan, memberikan kemungkinan yang besar ikut teracunnya manusia, misalnya melalui residu inse4ktisida yang menempel pada makanan / bahan makanan sebagaimana banyak ditemui dinegara – negara yang sudah berkembang.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar